Rabu, 17 Desember 2014

Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2014 Tampilkan Seniman Dalam Dan Luar Negeri



Bandung.Swara Jabar.
Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2014 akan memamerkan berbagai karya seni new art media selama berlangsungnya acara pada 19-24 Desember 2014. Bertempat di Selasar Seni Sunaryo Art Space, BIDAF 2014  akan menampilkan berbagai seni digital dari seniman dalam dan luar negeri.   Penggagas sekaligus Direktur BIDAF 2014, Franki Raden, mengatakan akan ada 12 seniman yang memamerkan karya new art media."Seniman yang akan berpartisipasi di BIDAF 2014 bergerak di berbagai bidang seni digital media seperti suara, video art, mix-media, tarian, animasi, instalasi da performance. Di pamerannya sendiri akan kita tampilkan 12 karya video dan beberapa performance," katanya dalam jumpa wartawan di Selasar Seni Sunaryo, Rabu (17/12).Sementara itu Kepala Disparbud Jabar, Nunung Sobari, mengatakan ini adalah kegiatan pameran seni digital pertama yang terhitung lengkap memadukan banyak bidang seni digital. Ia pun berharap kegiatan ini bisa turut membantu mendogkrak promosi pariwisata Jawa Barat."Saya pikir kemajuan peradaban dan teknologi bukan bentrok dengan seni tradisi tapi menjadi kendaraan untuk mempromosikan seni tradisi. Mudah-mudahan ini menjadi daya ungkit untuk mengangkat keduanya katanya. "Ini merupakan momentum luar biasa untuk mengeskplor bidang seni digital karena sebenarnya sudah banyak seniman Indonesia yang berkecimpung di dunia seni digital namun belum tereksplorasi," ujarnya.(Die)

Jabar Bertekad Peningkatan produksi Ikan



 


Bandung.Swara Jabar.

Kadis Perikanan dan Kelautan Jabar, Djafar Ismail dalam keterangannya secara terpisah mengatakan untuk memacu peningkatan produksi perikanan,  pengembangan ikan terutama tawar terus dilakukan.Solusi  pengembangan diantaranya perluasan  lahan, perbaikan budidaya dan dan pelatihan sumber daya perikanan.Dengan solusi tersebut, ditargetkan  jumlah produksi ikan tawar mencapai  1,2 juta ton untuk tahun 2015.Fasilitasi bantuan pemerintah melalui APBN, sambung Djafar di tahun 2014 sudah direalisasikan dalam bentuk bantuan kapal.Bantuan berjumlah 17 kapal dengan ukuran lebih dari 30 GT. Bantuan tersebut, selanjutnya diberikan ke   Pantura sebanyak 10 unit dan 7 unit diberikan  di Pantai Selatan.Bantuan selanjutnya dari  Pemerintah Pusat , di tahun 2015 diantaranya fasilitasi  PPI di Cikidang. Rencananya, di kawasan tersebut Pemerintah Pusat akan  menuntaskan areal budidaya ikan .Rencananya, di PPI Cikidang Luas kolam, yang siap dikembangkan mencapai 1 Ha. Di tahun 2015, ujar Djafar pelaksanaannya baru tahap pekerjaan pengerukan (Die)


Pemprov. Jabar Memperingati Hari Nusantara Tahun 2014.






Bandung.Swara Jabar.

Peringatan Hari Nusantara, berlangsung dalam kegiatan upacara bendera dengan Irup Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, di Halaman Gedung Sate, Rabu (17/12).Pada kesempatan tersebut Gubernur Mengungkapkan peringatan Hari Nusantara merupakan momentum untuk mengingatkan potensi sumber daya kelautan.Hal yang diperlukan  SDM kelautan harus disiapkan serta potensi kelautan harus  dikelola dengan baik agar potensi laut dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan masyarakat.Untuk kondisi kelautan di Jabar, sambung Gubernur untuk di kawasan utara sudah over fishing.Sementara itu, untuk di Pantai selatan gelombang laut  besar sehingga untuk penataan ke depan harus ditingkatkan teknologi penangkapan ikan.Disisi lain, potensi ekspor besar, karena kebutuhan besar dan quota tidak ada batasan.Ikan kaya gizi, sehingga harus dikampanyekan kebiasaan makan ikan kepada masyarakat.(Die)

Selasa, 16 Desember 2014

Komisi I Silaturahmi dengan 14 Calon Komisioner KPID Jabar




Bandung.Beritakita
14 calon komisioner  Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat yang akan mengikuti uji kelayakan atau fit and profer test pada tanggal 29 dan 30 Desember ini  melakukan silaturahmi dengan komisi I DPRD jabar di ruang rapat Komisi I DPRD Jabar. Jl. Diponegoro 27 Bandung Senin (15/12) .komisi I DPRD Jabar sesuai dengan kewenangannya menjadi  penguji kelayalan siapa kandidat yang nanti akan lolos  menjadi komisioner.Ketua Komisi I DPRD Jabar H.Syahrir, SE dalam keterangannya kepada BEDAnews, mengatakan  14  orang calon komisioner KPID Jabar periode 2015-2018, hari ini bertujuan untuk silaturahmi, saling memperkenalkan diri antara calon KPID dengan anggota Komisi I dan memberikan penjelasan tentang tatacara/ mekanisme Uji Kepatutan dan Kelayakan (fit and proper test) oleh Komisi I DPRD.Lebih jauh dikatakannya “Agenda fit and proper test sendiri dilaksanakan dalam dua hari yaitu tanggal 29 dan 30 Desember, mereka dibagi 2 kelompok berdasarkan abjad  masing 7 orang untuk hari pertama  dan 7 orang lagi hari berikutnya. 7 diantara mereka akan lolos menjadi komisioner KPID jabar untuk periode 2014-2018.”Adapun hal-hal yang menjadi indikator penilian terdiri dari subtaansi, bahasa dan penampilan dalam pemaparan. Kemudian aspek komitmen, integritaas dan kompetensi;  Sedangkan untuk skor penilaiaan  50–90, Setelah kegiatan uji kepatutan dan kelayakan beres dilaksanakan, maka hasilnya akan diumumkan melalui media massa, ujarnya. Komiisi I berharap,  peran serta masyarakat dalam mendukung dan menghasilkan calon komisioner yang kridible, potensial, akuntable demi kemajuan  KPID Jabar kedepan, haarpnya. Adapun 14 orang calon Komisioner KPID Jabar 2015-2018 terdiri dari : 1. Abie Besman ;  2. Abidin, Drs;  3. Aceng Abdullah, Dr., M.Si; 4. Aep Wahyudin, Dr., M.Si. ; 5. Dadan Saputra ; 6. Dede Mulkan, Dr.; 7. Dedeh Fardiah, Dr., M.Si. 8. Fitriadi; 9. Herman Bachtiar, Drs., M.Si. 10. Irianto Edi Pramono, Ir. ;11. Mahi Mamat Hikmat, Dr., M.Si. ; 12. Mokhamad Syaifurohman ; 13. Neneng Athiatul Faiziyah, S.Ag., M.Ikom; 14. Waska Warta., Drs., MMSementara mengenai anggaran untukl seleksiini dikatakan kepala Sekretariat KPID Jabar Andri.  “Anggaran seleksi calon  komisioner KPID jabar sendiri untuk tahapan di Sekretariat KPID pada saat seleksi TimSel KPID mencapai Rp. 350 juta, sementara pelaksanaan uji publik dan fit and proper test oleh komisi I ada di Setwan” ungkapnya. (Die)

Gerindra Apresiasi Kenaikan APBD Jabar 2015 Tetapi Soroti Kinerjanya






Bandung.Beritakita
Meningkatnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar TA 2015 yang mencapai Rp. 25.3 triliun mendapat apresiasi dari fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat, tetapi fraksi besutan Prabowo ini juga, menyoroti transparansi dan kinerjanya, dalam  pekerjaan infrastruktur pemprov diantaranya ada yang dianggap sebagai neverending project.Hal ini diungkapkan Pimpinan Fraksi Partai  Gerindra DPRD Jabar dalam mensikapi APBD Jabar TA 2015 kepada wartawan di ruang rapat fraksi Gerindra di Jl Diponegoro Bandung. Senin (15/12).Ketua fraksi Gerindra DPRD jabar  H. Ricky Kurniawan, Lc yang didampingi Wakilnya Drs. H. Daddy Rohanady menyatakan. Fraksi Partai Gerindra telah mengkaji dan berdiskusi dengan perspektif  partai yang memiliki manifesto. APBD Jabar TA 2015 patut diapresiasi meski juga harus dikritisi dengan beberapa catatan.Dikatakanya,  Gerindra apresiasi kinerja gubernur yang dinilainya cukup fair dengan peningkatan volume APBD saat ini yang mencapai Rp. 25.3Triliun, yang artinya hal ini tidak lepas dari adanya  peningkatan PAD. Peningkatan volume APBD juga dengan konsekwensi meningkatnya Belanja,  hampir semua mitra alami peningkatan belanja,  apabila itu sesuai dengan prestasi atau capaian yang direncanakan ini patut di apresiasi, tetapi apabila tidak,  patut untuk dikritisi juga,Diungkapkanya, sampai sejauh ini, Fraksi Gerindra juga masih melihat pelayanan terhadap masyarakat yang ditangani oleh SKPD masih cukup rendah.  Padahal di satu sisi, belanja anggran untuk  pegawai sangat luar biasa yakni mencapai Rp.12 triliun atau hampir  50 persen dari jumlah APBD JabarPadahal eksekutif sebagai eksekutor belanja ini, mendapatkan banyak sekali, dari belanja pegawai ini, diantaranya Tunjangan perbaikan Penghasilan (TPP), Remunerasi, Tunjangan Purna Jabatan.  “Yang kita lihat sejak dia berkarier di eksekutif sampai ke liang kubur itu sudah ada anggaran kesejahteraan, Gerindra sejatinya mendukung kebijakan  gubernur tersebut bila  berbanding lurus dengan kinerja dan untuk itu DPRD meminta feedbacknya berupa prestasi” katanyaMengenai  program Gubernur antara lain BIJB kita sangat dukung percepatannya, RKB agar distribusinya lebih transparan, sementara mengenai Jatigede sebagai program andalan gubernur,  Gerindra mendukung percepatan pembangunan Jatigede tetapi tidak meninggalkan ekses yang tidak baik sekecil apapun, karena yang dirugikan adalah masyarakat di jabar, karena itu Gerindra meminta pemprov untuk memberikan solusi yang solutif segera, dengan tidak mengabaikan masyarakat.Sementara Daddy Rohanady mengkritisi kinerja beberapa proyek infra struktur di Jabar seperti  Cisumdawu (cileunyi Sumedang Dawuan) BIJB dan Cikapali, Tol Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi) yang masih ada kendala serta adanya penilaian sebagai neverending project untuk  Tol Cikapali (Cikampek Palimanan) dan jabar selatan. (Die

)