Selasa, 10 Februari 2015

Masyarakat Jabar Harus Digugah Untuk Sukseskan PON



 
Bandung.Swara Jabbar.
Menghadapi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 dimana Jawa Barat akan menjadi tuan rumah. Seluruh masyarakat Jabar harus digugah, untuk bisa turut menyukseskan penyelenggaraan even olah raga empat tahunan terbesar di Indonesia tersebut.Hal ini diungkapkan oleh tokoh olah raga nasional yang sekaligus mantan Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar, usai menjadi pembicara pada Seminar Sehari “Kepedulian untuk Bandung dan Jawa Barat, Menyongsong Peringatan HUT KAA ke-60, PON XIX 2016, dan Asian Games 2018”, di Grha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Selasa (10/2/2015).Agum mengatakan, dilakukannya hal tersebut adalah untuk menyadarkan masyarakat Jawa Barat bahwa PON ini bukan hanya even Pemerintah Provinsi Jawa Barat saja, tetapi juga merupakan hajatan masyarakat di Jabar.“Kita harus merasa ini adalah tanggung jawab bersama. Baik jeleknya penyelenggaraan PON 2016 nanti adalah baik jeleknya Jawa Barat, itu yang harus ditanamkan sejak dini kepada masyarakat,” katanya.Agum mengatakan azas tujuan suksesnya PON ada dua yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Untuk sukses penyelenggaraan mantan Menteri Perhubungan ini berharap agar PB PON termasuk Pemprov Jawa Barat dapat mempersiapkan segalanya dengan baik.“Mulai sekarang segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik karena itu salah satu kunci agar pelaksanaan PON berhasil. Persiapan yang baik adalah setengah dari keberhasilan, itu adalah suskes penyelenggaraan,” katanya.Sementara dalam sukses prestasi, Agum menuturkan sukses prestasi itu untuk atlet Jawa Barat. “Saya sebagai orang sunda, masyarakat Jawa Barat sangat berharap jika di PON Riau kemarin Jawa Barat hanya menjadi runner up. Di PON 2016 sebagai tuan rumah Jabar bisa menjadi juara umum,” ujarnya.Namun, untuk bisa menjadi juara umum tentunya diperlukan kesungguhan kerja dari Pembina olah raga seperti KONI Jawa Barat dan induk organisasi seperti KONIda dan Pengda. Jangan sampai untuk meraih prestasi ini menghalalkan segala cara, karena prestasi yang diraih ini hartus murni dari kemampuan atlet Jawa Barat.(die)

PBB Dihapus, Pemerintah Jangan Pukul Rata Warga




Bandung.Swara Jabbar.
Pemerintah pusat melalui Menteri Agraria dan Tata Ruang berencana  menghapuskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Wacana tersebut mendapat reaksi pro-kontra.
Kalangan DPRD Jawa Barat setuju dengan wacana tersebut namun penghapusan PBB ditujukan hanya untuk masyarakat miskin. Jika semua dipukul rata, mereka khawatir sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di setiap kabupaten/kota menurun.Anggota Komisi I DPRD Jabar, Hj.Ganiwati, SH.MM mengatakan, sebelum menghapus dua program tersebut, pemerintah harus melakukan klasifikasi objek pajak bangunan atau tanah yang dimiliki masyarakat. Dengan penghapusan tersebut masyarakat yang kurang mampu bisa terbebas dari dua pajak tersebut."Kalau maksudnya untuk meringankan masyarakat yang tidak mampu saya setuju karena bertujuan menyejahterakan rakyat, karena pengeluaran dalam sebuah keluarga menjadi berkurang," kata Ganiwati, Senin (9/2/2015).Dia mengatakan, selama ini dana PBB yang dibayarkan masyarakat sebetulnya dikembalikan lagi. Namun tidak dalam bentuk uang melainkan program-program pembangunan yang selama ini dinikmati oleh masyarakat."Kalau dibebaskan semua justru tidak adil. Saya menilai hasil PBB menjadi PAD yang kemudian menjadi APBD dan APBN yang kemudian dilemparkan kembali menjadi program pembangunan kepada masyarakat," kata dia.Rasa tidak adil tersebut, kata dia, tidak sesuai dengan kebutuhan penggunaan infrastruktur pembangunan selama ini. Warga negara memiliki hak dan kewajiban membayar pajak. Hak dari masyarakat adalah mendapatkan fasilitas infrastruktur publik yang baik dan memadai."Selama ini sudah seimbang antara hak dan kewajiban yang dijalankan antara wajib pajak dan pemerintah. Tapi, kalau PBB dihapuskan semua, dari mana sumber PAD bagi kabupaten/kota yang selama ini menjadi pendapatan utama?" ucap dia.Dia mengusulkan agar pemerintah pusat melakukan peninjauan terlebih dahulu agar wacana ini bisa berjalan dengan mulus. Dia sangat setuju apabila penghapusan PBB dikhususkan untuk masyarakat miskin."Harus ada klasifikasinya dong, kalau tidak aturan tersebut akan menjadi blunder. Karena kalau jadi dihapuskan, PAD kabupaten/kota jelas akan turun," ucapnya.Dia menambahkan, pemerintah pusat juga jangan memukul rata pajak tanah. Penghapusan pajak tanah untuk lahan pertanian termasuk dalam kategori petani yang tidak mampu. Terlebih selama ini para petani sampai saat ini masih belum mendapatkan kesejahteraan dengan baik."Kalau para petani yang punya sepetak lahan garapan bagus untuk dibebaskan pajaknya. Tapi untuk para petani yang memiliki berhektare-hektare lahan wajib bayar pajak," kata dia seraya kembali menambahkan di Jabar sendiri banyak petani yang memiliki lahan yang sempit.(dh)

Jumat, 06 Februari 2015

KEMACETAN KOTA BANDUNG HARUS DIATASI


Bandung.Swara Jabbar.
Oleh.Ujang Fahpulwaton/Direktur UF Centre(Mantan Anggota DPRD Jabar Anggota Fraksi Hanura)
Kemacetan di Kota Bandung harus segera diatasi, mengingat Bandung selain tempat pusat pemerintahanDaerah Provinsi Jawa Barat, Bandung juga  sebagai pusat bisnis dan wisata, untuk itu seyogyanya pemkot bandung dan Pemprov Jabar harus duduk bersama untuk mencari solusi  yang tepat dan cepat dalam mengatasi kemacetan tersebut, karena kalau tidak diantisipasi sendiri  mungkin kaitan masalah ini  5 atau 10 tahun kedepan Bandung akan menjadi kota terparah kemacetannya di Jawa Barat bahkan di Indonesia, semoga itu tidak akan terjadi kalau kedua pemimpinnya baik walikota  maupun Gubernur Jabar punya kepedulian yang tinggi terhadap masalah ini dengan kewenangan yang dimilikinya masing-masing.

Sabtu, 24 Januari 2015

Jadilah Bagian dari KOMPENI (Komunitas Pelajar Rabbani)


Bandung.Swara Jabar.
Di awal tahun 2015, tend busana muslim terbesar di Indonesia, Rabbani, meluncurkan KOMPENI atau Komunitas Pelajar Rabbani. Acara ini diberi tema Jadilah Bagian dari KOMPENI (Komunitas Pelajar Rabbani)tersebut digelar Sabtu (24/1). Harris Hotel Convention Bandung.Event akbar Rabbani di awal tahun ini special performe band ambasasador mereka Fatin Shidqia Lubis, group music pop HiVi dan Kunto Aji.Dan dimeriahkan juga penampilan teatrikal Great Muslimah, Mahasea Band dan Young Ikhwan.Bagi 300 orang pengunjung pertama yang hadir akan memdapatkan special gift dari Rabbani. Bahkan Rabbani juga memberikan doorprize berupa smartphone terbaru.Ketua Pelaksana Handy Bonny mengatakan acara ini akan dihadiri 3000 pelajar.”Animo pelajar kita sangat bagus terhadap program komunitas pelajar Rabbbani (KOMPENI) ini.Kita sangat mengapresiasi dan berharap program ini bisa diterima oleh para generasi  penerus bangsa ujar Bonny.Sementara itu Manager Promotion and Design Rabbani Ridwanul Karim mengatakan bahwa memberikan reward bagi para guru-guru berprestasi . “ada 10 orang guru yang kitaundang khusus untuk kita berikan reward, mereka terpilih  karena berprestasi dan tak kenal pamrih untuk memperbaiki serta mengajar para generasi penerus bangsa berprestasi tapi berakhlakul karimah . serta beasiswa bagi pelajar yang berprestasi kita berikan juga agar mereka terpacu prestasi akademis dan ketakwaannya ujar Ridwan. (die)

Rabu, 14 Januari 2015

Hj.Tien Sutini Bunyamin, S.SoS.: Wanita Jawa Barat Harus Maju.







Bandung.Swara Jabar.
Wanita Indonesia pada zaman sekarang ini boleh dikatakan sudah maju, mempunyai kesetaraan gender dengan kaum laki-laki. Hal ini dapat kita lihat banyaknya wanita yang menempati posisi jabatan penting, serta berpendidikan tinggi.Contohnya Ketua DPRD Jabar yang dijabat oleh Kaum Wanita, serta para menteri serta jabatan strategis lainnya,” saya sangat bangga sekali  kaum Wanita  sekarang sudah maju”  akan tetapi kita juga jangan melupakan jati dirinya sebagai seorang wanita ujar Anggota DPRD Jabar Fraksi Golkar  Hj.Tien Sutini Bunyamin, S.SoS.Lebih lanjut  Hj Tien mengatakan bahwa meskipun kita sukses dalam bidang karier, tetapi kita juga jangan melupakan kodrat dan jati diri kita sebagai wanita.Hal yang harus diperhatikan adalah keluarga.Wanita juga harus sukses dalam karier dan sukses juga dalam mengurus rumah tangga.Artinya peran wanita sebagai istri dan peran sebagai Ibu rumah tangga harus selaras ujarnya. Di tengah kesibukan sebagai Anggota DPRD Jabar,dan Ketua Perempuan MKGR Jawa Barat, Politisi Senior Golkar dari Dapil Karawang-Purwakarta ini,  masih sempat menyiapkan masakan bagi suami Drs H.Bunyamin Dudih, SH, (mantan Bupati Purwakarta  2 periode).Dengan terpilihnya sebagai  Anggota DPRD Jabar dari dapil Karawang-Purwakarta, tiada lain karena dukungan masyarakat  antara lain  Anggota PKK, Majelis Taklim, BKOW  di Purwakarta  serta organisasi kemasyarakatan lainnya.”saya sangat bersyukur dan berterimakasih telah memberikan amanah kepada saya” ujar Hj. Tien.Harapannya kedepan Wanita Jawa Barat semakin maju dan berperan penting di masyarakat ujarnya.(Diah)