Senin, 05 Mei 2014

Anggota DPRD Jabar Periode 2014-2019 Muka Baru


Bandung.swarajabar11.blogspot.com

Berdasarkan hasil perhitungan KPU Jabar, dari seratus kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat, akan diisi dan diduduki oleh 70 Persen atau  70 orang politisi baru/ muka baru. Sisanya 30 persen atau  30 orang adalah incumbent/ anggota lama yang duduk kembali ke DPRD Jabar.Anggota Komisi A DPRD Jabar Drs.H. Deden Darmansyah mengatakan, ada sebanyak 61 orang anggota DPRD Jabar periode 2009-2014 yang mencaleg kembali ke DPRD Jabar, sekitar 20 an mencaleg ke DPR RI,  1 ke Kab. Majalengka dan sisanya tidak mencaleg. Namun yang berhasil masuk kembali ke DPRD Jabar ada 30 orang, ke DPR RI: 3 orang.Dikatakan, kecilnya jumlah anggota yang kembali terpilih, bukan berarti selama kami  jadi anggota DPRD Jabar bekinerja kurang baik.  Rekan-rekan anggota dewan sudah bekerja maksimal dan optimal termasuk juga saat mencelag. Walaupun hasilnya kurang memuaskan, kata Deden saat ditemui LICOM di ruang Komisi A DPRD Jabar, Senin (5/5/2014).Pemilu 2014 sekarang penuh dengan persoalan, mulai dari ketidak akuratan DPT, selisih pemilih tambahan yang mencapai 318ribu suara dari DPT,  adanya permainan oknum penyelenggara pemilu ( KPU, PPK, PPS), Bawaslu tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal sehingga banyak pelanggaran yang ditemukan ditidak ditindak lanjuti. Lebih lanjut Deden mengatakan, sampai saat ini hasil perhitungan rakapitulasi perolehan suara Pileg 2014 oleh KPU Jabar ditolak oleh KPU Pusat, dan diminta untuk dilakukan pencermatan atas data pemilih.  Bahkan Bawaslu RI juga merekomendasikan untuk dilakukan perhitungan ulang.  Hal ini menandakan, Pileg di Jabar  memang ada persoalan, tegas Deden.Ke 30 orang anggota DPRD Jabar yang kembali terpilih dan duduk terdiri dari : FPD 5 orang: Irfan Suryanagara,  Didin Supriadin, Wawan Setiawan,  Sri Budihardjo, Toto Purwanto;  FPDIP 7 orang : Ineu Purwadewi, Nia Purnakania, Meilina K. Kadir, Ijah Hartini, Asyanti Rozana Thalib,  I.Budiono, Agus Wliyanto; Selanjutnya dari FPG ada  5 orang : Ganiwati, Ali Hasan, Yod Mintaraga, Siti Aisyah, E Kusnadi,; FPKS ada 5 yaitu Tate Qomarudin, Nur Suprianto, Is Budi Widuri, Tetep Abdulatif, Ridho Budiman Utama.  Dari FP Gerindra ada 4 orang : Syahrir, Dady Rahonady, Ricky Kurniawan, Lina Ruslinawati. Untuk FPPP(2)  ada Yusuf Puadz dan Omin Basuni, FPAN hanya Maman Abdurahman dan FPKB ada Iemas Masithoh M Nur. Berikut  hasil perolehan kursi Parpol untuk DPRD Jabar,  PDIP 20 kursi, Pgolkar 17 kursi, Pgerindra 12 kursi, Demokrat 12 kursi, PKS 11 kursi, PPP 9 kursi, PKB 7 kursi, Partai Nasdem 5 kursi, PAN 4 kursi dan Hanura 3 kursi. Total 100 kursi@ (Diah)


Minggu, 04 Mei 2014

DPRD Dorong Mahasiswa Jabar Kuliah di PTN


Bandung.swarajabar11.blogspot.com

DPRD Jawa Barat mendorong mahasiswa asal Jabar kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mereka berharap PTN yang ada di Jabar memberi kuota kursi lebih besar bagi calon mahasiswa asal Jabar dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.Untuk ajaran 2014/2015, empat perguruan tinggi negeri di Bandung menyiapkan 7.100 kursi bagi mahasiswa baru. 17 Juni 2014 mendatang akan digelar seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).Sekretaris Komisi E DPRD Jabar Yod Mintaraga menyatakan, jumlah mahasiswa asal Jabar yang berkuliah di PTN yang ada di Jabar minim. Kepastian tersebut didapat Yod dari salah satu rektor PTN di Bandung."Rektornya sendiri yang bilang mahasiswa Jabar minim kuliah di PTN," ujar Yod kepada wartawan, Sabtu (3/5/2014).Dia sudah meminta kepada rektor salah satu PTN untuk menyediakan kursi yang lebih besar bagi mahasiswa asal Jabar. Meskipun, proses penerimaan mahasiswa asal Jabar harus melalui seleksi yang baik."Alokasi yang lebih besar bagi putra daerah itu merupakan bentuk pemenuhan azas keadilan," terang Yod.Yod menilai, mahasiswa dari luar Jabar yang berkuliah di Jabar turut merasakan pembangunan yang dibiayai pemerintah di Jabar, baik provinsi maupun kabupaten/kota."Seperti merasakan infrastruktur transportasi, perumahan, dan lainnya. Sementara ketika mereka (mahasiswa asal luar Jabar) membawa kendaraan selama berkuliah di sini, pajak kendaraannya kan tidak masuk kas di sini, tapi tetap saja mereka membayar ke daerahnya masing-masing," ujarnya.@Die

30 Persen Muka Lama Anggota DPRD Jabar yang Bertahan


Bandung.swarajabar11.blogspot.com

Kursi legislatif DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dipastikan akan diisi muka baru. Sedangkan muka lama yang bertahan, hanya sekitar 30 persen saja.Ketua DPRD Jabar, Irfan Surya Negara mengatakan, diprediksi 30 orang lam akan kembali menduduki kursi dilembaga legislatif tersebut."Dari jumlah 30 itu berarti kemungkinan ada 70 orang pendatang baru yang akan menjadi anggota DPRD Jabar." jelas Irfan kepada wartawan (Sabtu, 3/5).Menurutnya, kedatangan muka-muka baru yang ada di lembaga legislatif tidak lepas dari kemenangan partai-partai peserta pemilu yang akan di dominasi oleh PDIP,Golkar dan Gerindra."Saya yakin anggota DPRD yang baru nantinya bisa tetap mendukung program untuk kesejahteraan masyrakat Jabar sesuai dengan janji-janjinya pada saat mencalonkan diri sebagai Caleg,"ujar  Irfan.@ Die

Disparbud Jabar Gelar Pasanggiri Seni Tari, Musik dan Teater 2014


Bandung.swarajabar11.blogspot.com

Dinas Pariwisata dan Kebudyaan (Disparbud) Prov. Jabar akan menggelar Pasanggiri Seni Tari, Musik Tradisional dan Teater. Gelaran pasanggiri ini akan digelar simultan mulai 4 Mei hingga 22 Juni 2014 diseluruh Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) di Jabar.Kadisparbud Jabar  Nunung Sobari mengatakan, kegiatan Pasanggiri  2014, sengaja dilakukan di setiap BKKP.  Nanti setiap juara dari BKKP akan ditampilkan dalam acara peringatan hari jadi Provinsi Jawa Barat bulan Agustur mendatang. “Pegelaran Pasanggiri 2014 ini tidak hanya untuk mencari juara, tetapi yang lebih penting lagi adalah pelestarian dan kreativitas  seni,  musik dan teater tradisional khas Jabar”, kata Nunung dalam acara jumpa pers di Kantor Disparbud Jabar, Jl. RE Martadinata-Bandung, Jum’at (2/5/2014).
Dikatakan,  selain pelestarian seni, tari, musik dan teater tradisonal Jabar, hal yang tidak kalah penting nya adalah kreativitas yang harus diangkat. Jadi kesenian tradiasional  harus dikemas secara lebih unik dan menarik. Hal ini ada menjadi daya tarik bagi penonton, ujarnya.
Gelaran Pasanggiri Seni Tari, Musik Tradisional dan Teater ini diperkirakan akan melibatkan lebih dari 2000 peserta.Nunung menjelaskan untuk wilayah Proiangan II terdiri dari Kota Bandung, Cimahi, Kab Bandung, Kab Bandung Barat, Kab Sumedang, yang pergelarannya dilaksanakan pada Minggu dan Senin (4-5 Mei 2014) bertempat di Gedung Taman Budaya Bandung.Wilayah Priangan I meliputi Kab Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran dan kota Tasik, Kota Bandjar,  pergelarannya pada Sabti-Minggu ( 17-18 Mei 2014) bertempat di Halaman BKKP Pringan I Kab Garut.Untuk wilayah BKKP II Kab Purwakarta meliputi Kab Kaarawang, Subag, Bekasi, Purwakarta dan kota Bekasi. Pegelarannya pada Sabtu-Minggu ( 31/5 dan 1/6) di Gedung Sigrong Kb Purwakarta.Selanjutnya BKKP 1 Bogor meliputi Kota Depok, Kab/kota Bogor, Kab/kota Sukabumi, Kab Cianjur. Pegelarannya pada Sabtu-minggu ( 14-15 Juni 2014) bertempat di Gedung Kemuning Gading Bogor.Sedangkan untuk BKKP III Cirebon yang meliputi Kab Indramayu, Kab/kota Cirebon, Kab Kuningan dan Kab Majalengka, pegelaran akan dialksankan pada Sabtu-Minggu  (21-22 Juni 2014) bertempat di Taman Sunyaragi Kab Cirebon, pungkasnya@ Diah

Drs.H.Acep Adang Ruhiat, M.Si. : PENDIDIKAN SANGAT PENTING


Bandung.swarajabar11.blogspot.com
Masalah pengembangan  Sumber daya manusia khususnya masalah pendidikan harus  menjadi focus perhatian untuk bisa melaksanakan peningkatan  pembangunan di Tasikmalaya dan  Garut.Hal ini diungkapkan Drs.H.  Acep Adang Ruhiyat, M.Si. anggota Komisi E DPRD Jabar, yang merupakan   satu dari beberapa Aggota DPRD jawa Barat yang berhasil  Lolos ke  DPR RI, kepada Swara Wanita. ketika diminta tanggapannya atas  apa yang akan jadi focus  perhatiannya pada saat duduk di DPR RI nanti.  “Tasikmalaya dan Garut ini yang harus diperhatikan adalah aspek pendidikannya, dengan begitu diharapkan masyarakat di sana tidak menggantungkan diri terhadap kegiatan orang lain, tetapi bagaimana agar semuanya itu bisa ditangani sendiri, secara mandiri bisa mengelola sumber daya alam baik di sekitar Tasik Selatan maupun Garut Selatan.” UngkapnyaDiungkapkannya.  “Kondisi di daerah kabupaten/kota Tasikmalaya dan kab. Garut, saya lihat garut merupakan salah satu dari daerah yang tertingggal di Jabar ini, kemudian  Tasikmalaya sendiri dari sisi pendapatan asli daerahnya (PAD) masih rendah baru di kisaran Rp.6-7 milyaran, ini merupakan  hal yang harus ditingkatkan.Dari aspek-aspek pendukung, apabila sudah di komisi X nanti tentunya bagi saya masalah Sumber Daya Manusia (SDM)  harus lebih diperhatikan, kerena sumber daya alam di  Tasikmalaya dan Garut ini, cukup memadai.Untuk itu sebagai wakil rakyat tentunya harus berusaha msemaksimal mungkin mengupayakan aspirasi untuk jawa Barat khususnya daerah pemilihan Jabar  11 yang meliputi  kabupaten Tasikmalaya, kota Tasikmalaya dan kabupaten Garut, sekaligus juga mengawasinya, sehingga nanti baik masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan juga bidang lainnya, yang dibutuhka Jawabarat secara umum terakomidir dalam lima tahunnya kedepan.Dalam pandangannya, anggota Fraksi PKB ini melihat, masalah pendidikan di Jawa barat saya lihat sudah cukuop memadai, tolak ukurnya sudah bagus, tetapi ada aspek-aspek lain dari masyarakat jabar ini yang masih kurang, aspek daya beli masyarakat yang tidak bisa dilepaskan darsi aspek –aspek lainnya,ketika tingkat kesehatan masyarakat lebih baik tingkat pendidikannya tinggi, maka harusnya tingkat daya beli masyarakatnya akan terdongkrak. Tetapi apabila aspek-aspek lainnya masih tertinggal., masih banyak yang nganggur, selama itu pula tingkat daya beli masyarakat tidak akan meningkat.Putra dari ulama besar Rois Aam Hadratus Syekh. KH. Ilyas Ruhyat (alm) pesantren Cipasung Tasikmalaya  ini menyatakan.  Ketika disisi lain tingkat pendidikan pendidikan lebih baik, tingkat kesehatan lebih bauik maka tingkat daya beli masyarakat juga aakan meningkat. Katrena ekonomi itu sangat berpengaruh sekali terhadap latar belakang pendidikan dan kesehatan.@(Diah)